Saturday, October 26, 2013

Cerita Bergambar "Flora dan fauna di Indonesia"

DESKRIPSI TENTENG DERITA BERGAMBAR
Desiana Merawati
120721435503 / L
Cerita bergambar yang saya buat, dari tema flora dan fauna di Indonesia. Dimana dengan judul “Bioma yang lupa dengan kulitnya”mengandung makna tersirat kepada pembaca. Sasarannya untuk siswa SMA, karena sejak dari dini mmengajarkan untuk mulai mencintai flora dan fauna di Indonesia khususnya, agar flora dan fauna ini tidak punah. Tidak hanya sekedar diajarkan untuk mencintai saja, siswa diberi pengarahan agar mulai mengenali kehidupan flora dan fauna di Indonesia.
Dimana dalam buku cerita terdapat 3 tokoh yaitu, Momo, Moli, dan Caca. Karakter Momo suka membaca buku pengetahuan, humoris, dan suka memberi tebakan kepada teman tentang pengetahuan. Moli yang mempunyai sifat yang tidak gemar membaca buku pengetahuan, sehingga wawasan yang dimilikinya sedikit dibandingkan dengan teman- temannya. Caca dimana mempunyai sifat yang humoris juga, mepunyai wawasan yang luas.
Buku cerita ini memberikan pesan secara tersirat mengenai pengertian bioma, dan mengkaitkan imajinasi flora dan fauna yang saling hidup rukun dengan mencintai lingkungan merekan baik tumbuhan ataupun hewan. Di ilustrasikan juga gambar kacang yang lupa dengan kulitnya, gambar ini disampaikan agar kita tidak lupa dengan bioma di Indonesia. Meskipun diantara kedua kerajaan ini ada permasalahan tentang kesalafahaman, namun kesalah pahaman ini dapat teratai dengan cara memecahkan masalah secara damai. Pesan ini diharapkan siswa akan mulai mencintai bioma di Indonesia, dengan hal kecil dimulai dari sekitar tempat tinggalnya. Kalau tidak dimulai sejak dini siapa lagi orang yang akan peduli dengan bioma di Indonesia, kalau bukan kita sebagai warga Negara Indonesia. Dengan gambar ini semoga kita sadar dan melakukan hal tersebut dalam kehidupan kita, agar bioma tersebut tidak akan punah dimasa yang akan datang.







Wednesday, October 23, 2013

Flora dan fauna di Indonesia

DISKRIPSI FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
Desiana Merawati
120721435503 / L
Desianamerawati11@gmail.com




Dari power point yang telah saya buat di atas dapat di deskripsikan sebagai berikut bahwa persebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi oleh beberapa wilayah. Wilayah ini di bagi menjadi 3, yaitu bagian barat, bagian tengah, dan bagian timur di Indonesia. Setelah saya menampilkan Power Point tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia, siswa diberi tugas untuk mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan pada setiap daerah di Indonesia dengan cara menggambar di kertas Hvs secara kelompok. dengan tujuan agar siswa dapat mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia.

Poster "Larangan penggunaan plastik"





 

DESKRIPSI POSTER
Desiana Merawati
120721435503 / L

Penggunaan plastik ini sudah menjadi teman bagi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat khususnya para pedagang yang bergantung pada penggunaan plastik ini. Alasan dari penggunaan plastik ini karena lebih praktis, mudah dibawa, dan harga lebih terjangkau. Mengenai beberapa hal positif tersebut terdapat pula hal negatif. Negatif dari kegunaan plastik ini yaitu menimbulkan sampah yang sulit untuk di daur ulang seperti kantong plastik, sehingga sungai yang terdapat di beberapa Negara dipenuhi oleh sampah plastik dan dengan berjalannya waktu bumi ini akan dipenuhi sampah dari plastik.
Sasaran poster ini yaitu siswa SMA dengan tujuan mengajarkan budaya sejak dini agar mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Cara mudah dari mengurangi penggunaan plastik ini dengan cara membawa tas yang bisa dipakai berulang-ulang dari rumah. Misalnya ketika kita membeli kue, kita cukup membawa tas atau kotak makan dari rumah. Sehingga secara tidak langsung kita mengurangi penggunaan plastik dan menyelamatkan lingkungan ataupun ekosistem di bumi.
Meskipun poster yang saya buat ini begitu sederhana akan tetapi mengandung banyak arti. Rancangan poster mulai dari background berwarna biru yang tujuannnya agar lebih menarik yang mengandung makna tersirat, sedangkan perpaduan gambar bumi menujukkan bahwa bumi perlu kita jaga. Perpaduan gambar stop dan plastik menunjukkan bahwa larangan penggunaan plastik yang melampaui batas, sehingga dapat merusak bumi meskipun dalam jangka waktu yang lama. Poster ini, secara tidak langsung kepada para pembaca poster ini bahwa dampak yang di timbulkan dari penggunaan plastik terhadap bumi.


Monday, September 9, 2013

Motivasi Belajar (BNP)


MOTIVASI BELAJAR
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Apabila kondisi psikologis seseorang baik, maka dengan sendirinya motivasi untuk melakukan sesuatu juga akan baik. Dalam hal pembelajaran tentu perlu menjadi perhatian oleh pendidik karena tidak semua peserta datang ke sekolah dengan kondisi psikologis yang sama karena ada pengaruh internal dan eksternal peserta didik itu sendiri. Untuk itu, dalam perencanaan pembelajaran seorang pendidik perlu merancang sebuah strategi pembelajaran yang mampu memotivasi belajar peserta didik.
Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam perubahan perilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Agar motivasi belajar tesebut dimiliki oleh peserta didik maka dituntut kepiawaian guru dalam menentukan strategi yang tepat dalam pembelajaran sehingga mampu menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Apabila peserta didik sudah termotivasi untuk belajar dengan sendirinya akan berdampak terhadap proses dan hasil pembelajaran yang diharapkan serta dapat dijadikan dasar mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta pendidik.
·           Straegi Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik
Dalam kegiatan belajar, motivasi peserta didik adalah salah satu tolak ukur menetukan keberhasilan dalam pembelajaran. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Tidak adanya aktivitas belajar tentu akan berdampak terhadap tujuan pembelajaran. Apabila tujuan pembelajaran tidak tercapai, mencerminkan kegagalan yang dilakukan pendidik. Untuk itu, pendidik perlu menciptakan strategi yang tepat dalam memotivasi belajar peserta didik.
Motivasi belajar yang dimiliki peserta didik berfungsi sebagai alat pendorong terjadinya prilaku belajar peserta didik, alat untuk mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, alat untuk memberikan direksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dan alat untuk membangun sistem pembelajaran yang bermakna. Oemar Hamalik (2002) secara umum menyebutkan tiga fungsi motivasi, yaitu:
1. Mendorong manusia untuk berbuat (sebagai penggerak) yang merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan.
2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai sehingga dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi perbuatan, yakni menetukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak prilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Begitu juga halnya dalam pencapaian tujuan pembelajaran, guru merupakan faktor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara dan strategi yang tepat untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Strategi menumbuhkan motivasi belajar peserta didik sangat ditentukan oleh perencanaan yang dibuat guru dalam pembelajaran. Dengan strategi motivasi yang tepat akan mampu memberikan kesuksesan dalam pembelajaran.
KRITIK
Peranan motivasi peserta didik dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh strategi yang digunakan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran yang berdampak terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk itu, guru sebelum melaksanakan proses pembelajarn harus mampu melakukan pemetaan terhadap kompetensi dan motivasi siswa dalam belajar. Apabila pembelajaran telah diikuti secara optimal, otomatis berdampak terhadap proses dan hasil pembelajaran yang diperoleh peserta didik. Alhasil tujuan pembelajaran pun akan tercapai secara maksimal.
Untuk para guru agar membentuk kebiasaan belajar yang baik, Membantu kesulitan belajar peserta didik, Menggunakan metode yang bervariasi, Menggunakan media yang baik serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sehingga murid dapat menerima materi dengan baik.
DAFTAR RUJUKAN
Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama.