MOTIVASI
BELAJAR
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Apabila kondisi psikologis seseorang baik, maka dengan sendirinya
motivasi untuk melakukan sesuatu juga akan baik. Dalam hal pembelajaran tentu
perlu menjadi perhatian oleh pendidik karena tidak semua peserta datang ke
sekolah dengan kondisi psikologis yang sama karena ada pengaruh internal dan
eksternal peserta didik itu sendiri. Untuk itu, dalam perencanaan pembelajaran seorang pendidik perlu
merancang sebuah strategi pembelajaran yang mampu memotivasi belajar peserta
didik.
Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya
pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan
yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif,
efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam perubahan perilaku, baik dalam aspek
kognitif, afektif, maupun psikomotor. Agar motivasi belajar tesebut dimiliki
oleh peserta didik maka dituntut kepiawaian guru dalam menentukan strategi yang
tepat dalam pembelajaran sehingga mampu menumbuhkan motivasi belajar peserta
didik. Apabila peserta didik sudah termotivasi untuk belajar dengan sendirinya
akan berdampak terhadap proses dan hasil pembelajaran yang diharapkan serta
dapat dijadikan dasar mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta
pendidik.
·
Straegi Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik
Dalam kegiatan belajar, motivasi peserta didik adalah salah satu tolak
ukur menetukan keberhasilan dalam pembelajaran. Peserta didik yang tidak
mempunyai motivasi belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Tidak adanya aktivitas belajar tentu akan berdampak terhadap tujuan
pembelajaran. Apabila tujuan pembelajaran tidak tercapai, mencerminkan
kegagalan yang dilakukan pendidik. Untuk itu, pendidik perlu menciptakan
strategi yang tepat dalam memotivasi belajar peserta didik.
Motivasi belajar yang dimiliki peserta didik berfungsi sebagai alat
pendorong terjadinya prilaku belajar peserta didik, alat untuk mempengaruhi
prestasi belajar peserta didik, alat untuk memberikan direksi terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran, dan alat untuk membangun sistem pembelajaran
yang bermakna. Oemar Hamalik (2002) secara umum menyebutkan tiga fungsi
motivasi, yaitu:
1. Mendorong
manusia untuk berbuat (sebagai penggerak) yang merupakan langkah penggerak dari
setiap kegiatan.
2. Menentukan
arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai sehingga dapat
memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan
tujuannya.
3. Menyeleksi
perbuatan, yakni menetukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang
serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Berdasarkan
pendapat tersebut dapat diketahui bahwa motivasi berfungsi sebagai pendorong,
pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak prilaku seseorang untuk mencapai
suatu tujuan. Begitu juga halnya dalam pencapaian tujuan pembelajaran, guru
merupakan faktor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut
dengan cara dan strategi yang tepat untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta
didik. Strategi menumbuhkan
motivasi belajar peserta didik sangat ditentukan oleh perencanaan yang dibuat
guru dalam pembelajaran. Dengan strategi motivasi yang tepat akan mampu
memberikan kesuksesan dalam pembelajaran.
KRITIK
Peranan motivasi peserta didik dalam pembelajaran sangat dipengaruhi
oleh strategi yang digunakan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran yang
berdampak terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk itu, guru
sebelum melaksanakan proses pembelajarn harus mampu melakukan pemetaan terhadap
kompetensi dan motivasi siswa dalam belajar. Apabila
pembelajaran telah diikuti secara optimal, otomatis berdampak terhadap proses
dan hasil pembelajaran yang diperoleh peserta didik. Alhasil tujuan
pembelajaran pun akan tercapai secara maksimal.
Untuk para guru agar membentuk kebiasaan
belajar yang baik, Membantu kesulitan belajar peserta didik, Menggunakan
metode yang bervariasi,
Menggunakan media yang baik serta harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Sehingga murid dapat menerima materi dengan baik.
DAFTAR RUJUKAN
Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT
Refika Aditama.